SEMESTER 1: AWAL YANG BAIK




Setelah melewati perjalanan panjang untuk bisa sampai di bangku perkuliahan, akhirnya aku benar-benar menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Rasanya masih cukup sulit untuk percaya bahwa aku sudah berada di fase ini. Dulu aku hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa, bagaimana suasana belajar di kampus, bertemu dengan teman-teman baru, mendapatkan tugas dari dosen, hingga menjalani kehidupan yang katanya akan jauh berbeda dari masa sekolah.

Dan ternyata, semua itu benar-benar aku rasakan ketika memasuki semester pertama.

Semester pertama menjadi awal dari perjalanan yang cukup panjang. Aku mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenal teman-teman baru, memahami sistem perkuliahan, dan mencoba menyesuaikan diri dengan berbagai tugas serta tanggung jawab sebagai mahasiswa. Semuanya terasa baru dan tidak selalu mudah.

Ada banyak hal yang harus aku pelajari. Bukan hanya tentang materi yang disampaikan dosen di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang mampu bertanggung jawab terhadap pilihan yang sudah aku ambil.


Di tengah perjalanan itu, aku mulai menyadari bahwa kehidupan perkuliahan ternyata tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas.Sebelum menjadi mahasiswa pun, aku sudah terbiasa mengikuti berbagai kegiatan di luar sekolah. Aku pernah terlibat dalam Forum Anak Kota Banjarmasin, menjalankan peran di PIK-R Bina Batuah, hingga mengikuti berbagai kegiatan kepemudaan dan sosial. Pengalaman-pengalaman tersebut akhirnya menjadi bagian dari perjalanan yang aku bawa ketika memasuki dunia perkuliahan.Aku menyadari bahwa menjadi mahasiswa memberikan ruang yang lebih luas untuk terus berkembang. Aku tidak ingin hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kelas, mengerjakan tugas, kemudian pulang. Aku ingin tetap melakukan hal-hal yang selama ini aku sukai, bertemu dengan orang-orang baru, belajar dari lingkungan, dan mengambil kesempatan untuk berkontribusi.

Namun, ternyata menjalani semuanya secara bersamaan bukanlah hal yang mudah.

Di satu sisi aku harus menjalankan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Ada tugas yang harus dikerjakan, materi yang harus dipahami, diskusi, presentasi, hingga berbagai ujian yang harus dipersiapkan. Di sisi lain, aku juga memiliki kegiatan dan tanggung jawab lain yang tidak kalah penting.

Di sinilah aku mulai belajar tentang bagaimana mengatur waktu.

Aku belajar bahwa terkadang aku harus memilih mana yang harus didahulukan. Ada kalanya aku harus mengorbankan waktu istirahat untuk menyelesaikan tugas. Ada juga saat ketika kegiatan di luar kampus membuatku harus kembali mengatur jadwal kuliah dan aktivitas lainnya. Tidak jarang semuanya terasa melelahkan.

Tapi justru dari situ aku mendapatkan banyak pelajaran.

Salah satu hal yang membuat perjalanan semester pertamaku menjadi lebih berkesan adalah ketika aku tetap bisa menjalani berbagai aktivitas kepemudaan dan sosial di tengah kehidupan sebagai mahasiswa. Pengalaman yang aku dapatkan dari berbagai kegiatan tersebut membuatku bertemu dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda.


Aku belajar berkomunikasi dengan orang lain, bekerja dalam sebuah tim, menyampaikan pendapat, mendengarkan sudut pandang orang lain, dan belajar bertanggung jawab terhadap peran yang diberikan kepadaku.

Hal-hal tersebut ternyata memiliki hubungan yang sangat dekat dengan apa yang aku pelajari di bangku kuliah.Sebagai mahasiswa Sosiologi, aku mulai belajar melihat masyarakat dengan cara yang berbeda. Aku mulai memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Apa yang terjadi di sekitar kita tidak selalu sesederhana apa yang terlihat.

Pengalaman selama aktif di berbagai kegiatan juga membuatku semakin memahami bahwa ilmu yang aku pelajari di kelas sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika berdiskusi tentang masyarakat, aku teringat dengan berbagai orang yang pernah aku temui. Ketika belajar tentang interaksi sosial, aku bisa melihat kembali pengalaman ketika bekerja bersama orang lain dalam sebuah kegiatan. Ketika mempelajari berbagai fenomena sosial, aku mulai menghubungkannya dengan keadaan yang ada di lingkungan sekitar.

Dari situlah aku mulai merasa bahwa pilihan untuk masuk ke dunia Sosiologi bukanlah sesuatu yang harus aku sesali.

Justru perlahan aku menemukan alasan mengapa aku berada di sini.

Semester pertama juga menjadi masa di mana aku mulai mengenal lebih banyak tentang diriku sendiri. Aku belajar bahwa aku tidak selalu bisa kuat dalam setiap keadaan. Ada masa ketika tugas kuliah terasa banyak, kegiatan terasa padat, dan pikiran terasa penuh.



Aku mengingat perjalanan panjang sebelum menjadi mahasiswa. Aku mengingat bagaimana aku pernah berharap untuk bisa sampai di titik ini. Aku mengingat berbagai proses yang sudah aku lewati, berbagai kegiatan yang pernah aku jalani, dan orang-orang yang pernah memberikan dukungan dalam perjalanan hidupku.

Pada akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak harus selalu menjadi yang paling hebat.

Aku hanya perlu terus berjalan.

Semester pertama juga mempertemukanku dengan banyak pengalaman baru. Dari kegiatan di kampus hingga berbagai aktivitas di luar kampus, semuanya memberikan cerita masing-masing. Ada pengalaman yang membuatku senang, ada yang membuatku lelah, ada pula yang memberikan pelajaran yang mungkin tidak akan aku dapatkan hanya dari buku atau ruang kelas.

Aku mulai memahami bahwa kehidupan mahasiswa bukan hanya tentang nilai.

Nilai memang penting. Aku juga berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap mata kuliah yang aku jalani. Tetapi, perjalanan menjadi mahasiswa menurutku jauh lebih luas daripada sekadar angka.

Ada pengalaman.

Ada proses.

Ada relasi.

Ada kesempatan untuk berkembang.

Dan ada banyak hal yang perlahan membentuk diri kita menjadi seseorang yang berbeda dari ketika pertama kali masuk kuliah.

Semester pertama juga mengajarkanku bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Ada teman yang mungkin lebih unggul dalam akademik, ada yang lebih aktif dalam organisasi, ada yang memiliki pencapaian di bidang lain. Aku belajar untuk tidak menjadikan perjalanan orang lain sebagai ukuran untuk menilai diriku sendiri.

Aku hanya ingin fokus pada bagaimana caraku bertumbuh.

Karena aku percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing.

Ketika akhirnya semester pertama selesai, aku mencoba melihat kembali semua yang sudah aku lewati. Rasanya seperti baru kemarin aku duduk sebagai mahasiswa baru dan mencoba memahami dunia perkuliahan. Tapi ternyata, tanpa terasa aku sudah melewati satu semester.

Satu semester yang mungkin terlihat singkat.

Namun, di dalamnya ada begitu banyak cerita.

Ada hari-hari ketika aku merasa bahagia karena berhasil melewati sesuatu yang sebelumnya aku anggap sulit. Ada hari-hari ketika aku merasa lelah karena harus membagi waktu antara kuliah dan berbagai kegiatan. Ada juga hari-hari ketika aku hanya ingin beristirahat dari semuanya.

Tetapi semua itu adalah bagian dari perjalanan.

Aku tidak ingin mengingat semester pertama hanya sebagai masa ketika aku mendapatkan nilai atau menyelesaikan tugas. Aku ingin mengingatnya sebagai masa ketika aku mulai belajar menjadi versi diriku yang lebih dewasa.

Dan yang paling penting, aku belajar untuk mengenal diriku sendiri.

Ketika aku melihat kembali berbagai kegiatan yang pernah aku jalani selama perjalanan ini, aku merasa bahwa semuanya memiliki cerita masing-masing. Mulai dari pengalaman di Forum Anak Kota Banjarmasin, perjalanan bersama PIK-R Bina Batuah, keterlibatan dalam kegiatan kepemudaan, hingga berbagai kesempatan untuk bertemu dan berkontribusi bersama orang lain.

Semua itu menjadi bagian dari diriku.

Dan ketika semua pengalaman tersebut aku bawa ke dalam dunia perkuliahan, aku menyadari bahwa sebenarnya aku sedang menjalani dua perjalanan sekaligus.Perjalanan sebagai mahasiswa yang sedang menuntut ilmu.Dan perjalanan sebagai seorang anak muda yang sedang mencari tahu akan menjadi siapa dirinya di masa depan.Keduanya mungkin tidak selalu berjalan dengan mudah. Terkadang aku harus merasa lelah, terkadang harus kecewa, dan terkadang harus belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai dengan keinginanku.

Tetapi aku percaya, mungkin memang seperti inilah proses bertumbuh.Semester pertama telah mengajarkanku bahwa kehidupan tidak selalu tentang seberapa cepat kita sampai pada tujuan. Terkadang, yang lebih penting adalah apa yang kita pelajari sepanjang perjalanan.Dan sekarang, ketika aku menutup cerita tentang semester pertamaku, aku tahu bahwa ini baru permulaan.

Aku juga tidak tahu apakah semuanya akan selalu berjalan sesuai dengan rencana.

Tetapi satu hal yang aku tahu, aku ingin terus berjalan.

Aku ingin tetap belajar.

Aku ingin tetap mencoba.

Aku ingin tetap bertumbuh.

Karena pada akhirnya, perjalanan menjadi mahasiswa bukan hanya tentang bagaimana aku menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Tetapi tentang bagaimana selama proses itu, aku bisa menjadi seseorang yang lebih mengenal dirinya sendiri, lebih memahami orang lain, dan suatu hari nanti bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi lingkungan di sekitarnya.

Dan mungkin, ketika nanti aku melihat kembali tulisan ini beberapa tahun ke depan, aku akan tersenyum dan berkata:

Dan semester pertama adalah salah satu bagian kecil dari perjalanan panjang itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERJALANAN BARU DI MULAI

Semester 2 : MELANJUTKAN LANGKAH,MENEMUKAN PENGALAMAN